Jumat, 12 Juli 2019

Keberkahan Yang Dipetik Dari Sebuah Kesederhanaan

0 komentar
Keberkahan Yang Dipetik Dari Sebuah Kesederhanaan

Kisah inspiratif dari wanita asal Semarang berikut ini membuat saya kagum. Diusianya yang tak lagi muda, ia menjadi orang dengan menyematkan label sederhana dalam dirinya. Bekerja keras dan tak menyerah pada nasib membuat sosoknya makin bersinar. Siti Nafiah namanya, perempuan paruh baya yang ramah serta supel ini memancarkan aura optimisme dalam dirinya. Keberkahan yang ia dapatkan dalam hidup sederhana membuat dirinya bahagia.

Sesuai dengan prinsip asuransi wakaf allianz, keberkahan yang ditwarkan dalam program wakaf asuransi ini akan memberikan efek positif bagi penggunanya. Inovasi baru yang banyak dipilih sebagai alternatif wakaf dari Allianz. Klaim asuransi yang mudah serta memberikan banyak manfaat ganda. Meski produk baru, ternyata brand ini melesat dan banyak orang yang tertarik untuk bergabung. Berbagai kemudahan serta fitur menarik yang dijamin membuat Anda makin jatuh hati.

Berawal sebagai seorang juru masak di sebuah restoran di tengah kota Semarang. Tak lantas membuatnya berbangga diri, meski kepiawaiannya dalam hal mengolah makanan begitu diakui. Sikap dan perilakunya yang ramah serta santun membuat rekan kerja juga mengganggap beliau sebagai pengayom. Meski usianya tergolong senior, ia tak segan menyapa lebih dulu orang yang lebih muda. Hal ini makin disukai oleh orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Di lingkungan tempat beliau tinggalpun, ia kerap kali aktif didalam kegiatan kemasyarakatan. Perilakunya yang ringan tangan juga turut membuatnya disegani di lingkungannya. Ibu dari satu anak dan dua cucu ini tinggal satu atap dengan keluarga kecil mereka. Kebahagiaan dengan hidup dan bekerja sama dengan keluarga memberikan efek positif bagi jiwanya.

Baginya sederhana itu pilihan, bukan tren. Sederhana itu gratis dan tidak memerlukan modal, justru akan memberikan keberkahan yang kekal dan membahagiakan, imbuhnya. Hal ini dapat dilihat dari cara beliau berpakaian, bertutur kata, saat bekerja juga aktifitas lainnya. Ia lebih memilih menggunakan fasilitas umum untuk berangkat kerja, meski tersedia kendaraan dirumahnya.

Dalam kecanggihan teknologi, beliau masih setia dengan gawai kunonya. Kata beliau, kebanyakan aplikasi hanya akan membuat puisng. Serta menjauhkan hakikat komunikasi yang sebenarnya. Baginya fungsi ponsel dan media elektronik lainnya merupakan sarana mengetahui dunia luar namun tetap tidak berlebihan.

Meski telah lelah seharian bekerja, ia tak lantas bersantai-santai di rumah. Perempuan paruh baya ini juga menyibukkan dirinya dengan membukai kedai kopi sederhana di teras rumahnya.  Sebagai hiburan ketika lelah melanda, juga dapat bercengkrama dengan sanak keluarga. Ia juga membuat sendiri aneka kudapan lezat di kedainya, dibantu sang suami dan menantunya. Ia merasa beruntung memiliki keluarga yang sederhana.

Beliau juga tak segan membagikan resep-resep rahasia mengenai masakan yang beliau kuasai. Ia tak pelit berbagi ilmu, baginya ilmu yang bermanfaat dan disebarluaskan akan menjadi ladang pahala kelak. Di dalam keluarga ibu ini juga mengajarkan untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Karena ia memegang prinsip, jika perbuatan baik akan mendatangkan hasil yang baik bagi pemiliknya.

Impian terbesarnya adalah, menjadi tamu Allah. Ia mengatakan, menjadi pribadi yang baik adalah salah satu persiapannya untuk berkunjung ke rumah Allah. Ia berharap, akan mendapatkan kesempatan itu sebelum kembali ke rahmatullah. Semoga sosok sederhana seperti ini kian banyak dan selalu menginspirasi semua orang. Sehingga akan tercipta kerukunan dan toleransi sesama manusia. Kedamaian dalam hidup dan kebahagiaan yang hakiki.

Leave a Reply