Rabu, 15 Januari 2020

Mari Ketahui Penyebab Umum Sindrom Sjogren

0 komentar

Mari Ketahui Penyebab Umum Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan kelainan sistem kekebalan tubuh atau imun dengan dua gejala maupun tanda paling umum, yaitu mata kering serta mulut kering. Penyakit sindrom Sjogren dapat menyerang siapa pun, akan tetapi penyakit ini lebih rentan terjadi dan menimpa pada perempuan yang usianya di atas 40 tahun. Seseorang yang memiliki penyakit autoimun lainnya contoh lupus ataupun rheumatoid dapat meningkatkan adanya risiko terserang sindrom Sjogren.

Meskipun tidak menular, sindrom sjogren mampu diketahui dengan mudah lewat gejalanya yang umum menyerang mata. Pasien sindrom sjogren ditandai dengan ciri-ciri rentan mata kering, mata perih, dan sensitif terhadap cahaya.

Sampai saat ini, belum dapat ditemukan penyebab pasti dari terjadinya mengapa sindrom sjogren menyerang seseorang. Faktor genetik hingga lingkungan diduga dapat meningkatkan risiko penyakit. Walaupun penyebab pasti tidak dapat cepat diketahui, namun ternyata terdapat beberapa penyebab umum dari sindrom sjogren yang patut kamu ketahui.
Lalu apa sajakah penyebab umum dari sindrom sjogren yang penting untuk kamu dan orang –orang terdekatmu ketahui?

1. Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh

Hal ini biasanya terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang secara tiba-tiba menganggap sel-sel yang berada tubuh sebagai musuh sehingga sistem kekebalan tubuh pun mulai menyerangnya. Pada kondisi seperti ini, sistem imun pun menyerang sel dan membran dalam tubuh. Kondisi yang terjadi pada sindrom Sjogren, sistem kekebalan tubuh atau sistem imun akan menyerang kelenjar yang biasanya memproduksi air mata dan air liur. Sel darah putih yang pada kondisi normal memimpin serangan terhadap infeksi justru berbalik menargetkan sel-sel sehat di kelenjar yang bertugas memproduksi air liur dan air mata. 

Sindrom sjogren juga selain menargetkan kelenjar yang memproduksi air liur dan air mata, turut pula merusak bagian tubuh lain, seperti sendi, kelenjar tiroid, ginjal, hati, paru, kulit, dan saraf.

2. Penyakit lainnya

Faktor yang umumnya banyak dipercaya dalam menyebabkan sindrom diantaranya genetik, hormon, microchimerism, dan lingkungan. Namun, terdapat penyakit rematik lain contoh seperti peradangan sendi serta lupus yang semakin memicu terjadinya kondisi ini. Sindrom ini juga umum terjadi pada orang dengan reumatik seperti yang dituliskan dalam jurnal JAMA Internal Medicine yang melaporkan bahwa diketahui pada sekitar 60 persen pasien sindrom ini memiliki penyakit sekunder akibat autoimun yang menyertainya, seperti reumatik.

3. Infeksi virus atau bakteri

Gen tertentu menempatkan seseorang berada dalam risiko tinggi untuk mengidap gangguan autoimun yang mengakibatkan sindrom ini. Menurut beberapa penelitian, beberapa gen dapat menyebabkan penderita memiliki risiko yang lebih tinggi. Serta semakin diperparah karena dipicu hal lain seperti infeksi virus maupun bakteri. Hal ini mengartikan bahwa adanya infeksi virus atau bakteri yang sudah terlanjur menjangkiti seseorang akan meningkatkan faktor risiko mengidap sindrom ini.

4. Faktor usia dan jenis kelamin

Dilansir dari laman Alodokter bahwa usia di atas 40 tahun, menjadi salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan besar seseorang terkena sindrom Sjögren. Jenis kelamin juga menjadi faktor yang berpengaruh, karena penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita dibanding pria.

5. Merokok serta paparan bahan kimia

Penyakit sindrom sjogren termasuk jenis penyakit autoimun sistemik yang biasanya terjadi bersamaan dengan rheumatoid arthritis (RA) ataupun dengan lupus. Meskipun penyebab suatu penyakit autoimun bisa berisiko mengakibatkan penyakit autoimun lainnya belum diketahui secara pasti namun menurut dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR diduga penyebab utamanya akibat dipengaruhi pula oleh faktor lingkungan seperti infeksi virus, bakteri serta kebiasaan merokok, maupun paparan bahan kimia tertentu yang turut memiliki andil.

Itulah beberapa penyebab umum dari sindrom sjogren, tetap waspadai dan jaga kesehatanmu beserta keluarga, ya. 




Leave a Reply