Jumat, 27 Maret 2020

Mengulas Tentang Jenis Tekanan Darah Tinggi dan Gejalanya

0 komentar

Mengulas Tentang Jenis Tekanan Darah Tinggi dan Gejalanya

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kekuatan aliran darah yang berasal dari jantung mendorong bagian dinding pembuluh darah. Kekuatan tekanan darah mampu berubah dari waktu ke waktu karena dipengaruhi oleh berbagai aktifitas yang dilakukan jantung dan daya tahan pada pembuluh darah. Hipertensi memiliki kondisi jika 140/90 milimeter merkuri, 140 mmHG berhubungan dengan sistolik dimana jantung mampu memompa darah ke seluruh bagian tubuh dan 90 mmHG yang mengacu pada diastolik ketika jantung dalam situasi rileks dan mengisi ulang biliknya dengan darah. Tekanan sistolik merupakan tekanan maksimal ketika jantung melakukan kontraksi dan diastolik merupakan tekanan rendah dalam konstraksi.

Hipertenti merupakan penyakit yang dapat membunuh diam-diam dengan gejala dalam jangka panjang dan komplikasinya dapat mengancam nyawa. Jika tidak ditangani sejak dini akan menyebabkan penyakit gagal jantung, gagal ginjal, kebutaan, jantung koroner, stroke, diabetes dan lainnya, namun sebanyak 45% jantung koroner dan 51% stroke adalah penyebab kematian karena hipertensi. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHG dan jika melebihi dari ini akan mengganggu sirkulasi darah. Jika memiliki nilai diatas 180.110 mmHG atau sistolik maupun diastolik berada lebih tinggi dari angka ini akan menandakan adanya masalah kesehatan yang serius dalam tubuh seseorang.

Berikut adalah jenis tekanan darah:

- Tekanan darah normal yang belum menunjukkan gejala hipertensi dan termasuk dalam tekanan darah yang sehat.
- Tekanan darah meningkat kondisi ini ditandai mengembangnya gejala hipertensi dan tidak membutuhkan penanganan khusus, biasanya dokter hanya akan merujuk pada gaya hidup yang perlu diubah.
- Hipertensi tahap 1 merupakan kasus awal dengan tekanan darah 130-139 mmH dengan diastolik 80-89 mmHG.
- Hipertensi tahap 2 jika sistolik memiliki angka lebih dari 140 mmHG dan angka diastolik lebih dari 90 mmHG dimana gejalanya sudah mulai terlihat.
- Krisis hipertensi dimana sistolik lebih 180 mmHG dan diastolik lebih 120 mmHG.

Penyebab hipertensi adalah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam karena garam membuat penumpumpukan dan memberatkan cara kerja ginjal. Disebabkan oleh stres dalam waktu yang lama karena ketika stres maka hormon norepinefrin, kortisol dan adrenalin akan menyempitkan diameter pada pembuluh darah sehingga berefek pada tensi dan tekanan ini cukup berbahaya jika dibiarkan saja. Malas gerak merupakan penyakit hipertensi karena detak jantung dari orang yang malas gerak umumnya cenderung cepat dan membuat jantung bekerja keras untuk memompa darah serta menyebabkan tubuh kelebihan berat badan atau kolesterol jahat dalam tubuh meningkat.

Berikut adalah gejala hipertensi yang biasanya terjadi:

- Bercak merah pada mata dan hal ini ditemukan pada penderita diabetes oleh karena itu periksakan maka untuk mengetahui kerusakan pada saraf optik.
- Wajah memerah karena pembesaran pembuluh darah di wajah dan biasanya terjadi secara mendadak karena suatu respon seperti minuman panas, makanan pedas atau tekanan psikis.
- Pusing merupakan efek dari gejala ini seperti kehilangan keseimbangan dan mulai sulit berjalan dan menjadi tanda penyakit awal stroke.
- Sakit kepala dengan gejala sensasi berputar dan merasakan denyut dan perlu membedakan sakit kepala biasa dengan hipertensi.

Untuk mencegah darah tinggi adalah berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol karena hal ini akan menambah kalori dalam tubuh dan meningkatkan berat badan. Jika mengalami stress maka mulai mendengarkan musik yang tenang, melakukan meditasi, tidur siang maupun berolahraga. Tetap rajin mengecek tensi sehingga akan mengetahui tingkat tekanan darah dan membantu komitmen dalam diri untuk hidup dengan sehat.



Leave a Reply